Jenis-jenis Mahasiswa

by : Khoirul Anwar*

“Sensei, can you explain how to get the received signal at rx?”.

Begitulah mahasiswa saya tiba-tiba datang ke ruan gan tanpa mengetuk pintu. Dia membawa
beberapa lembar kertas coretan penurunan rumus matematika untuk sistem
komunikasi wireless.

“Ah.. this is easy. First, you create the fading channel H, then add a noise n
at the receiver, by which you will obtain r = Hx + n”.

Tiba-tiba dia menjawab,

” If I do that, it means that I know the channel H. However, you asked me to
estimate the channel, it means that the channel should be unknown.” Jawaban itu
membuat saya tersenyum, yang saking lucunya, akhirnya saya tak kuasa menahan
tawa di depannya.

Untuk evaluasi dengan komputer, semua hal, terutama parameter tentu harus
diketahui sehingga kita bisa mengevalusi kehandalan sebuah sistem penerima
sebelum dibuat aplikasinya. Dalam kenyataan sebuah seistem penerima, misalnya
keitai, sebenarnya tidak mengetahui channel di alam, tapi keitai harus mampu
memprediksi channelnya. Dalam pemrograman, dengan membuat channel tadi, maka
kita bisa membandingkan channel sebenarnya dan channel hasil prediksi keitai.

Ada juga mahasiswa lucu seperti ini…

Itu adalah sekelumit kisah beragam di lab. Namun secara jujur saya senang
dengannya, karena meski lucu, ia rajin. Sering datang ke ruangan saya dengan
pertanyaan-pertanyan meski sangat sederhana. Namun ini membuat saya lebih
menyukainya daripada mahasiswa lainnya yang tidak pernah bertanya, berdiskusi,
sehingga tidak diketahui risetnya sudah sampai mana.

Berikut ini beberapa tipe mahasiswa di lab.:

A. Pendiam
Mahasiswa ini sebenarnya tidak terlalu diinginkan. Ia jarang berdiskusi dengan
professor. Permasalahan risetnya sulit diketahui. Tapi tiba-tiba saat seminar,
tidak ada hasil baru. Slide yang dipresentasikan masih slide beberapa bulan
sebelumnya.

B. Kebanyakan Bicara
Ini juga tidak terlalu diinginkan. Mahasiswa ini banyak berjanji tapi selalu
tidak tepat. Ketika presentasi, seolah-olah tahu banyak hal, banyak kata-kata
keren yang dipakai. Pokoknya seolah-olah luas penegatahuannya. Tapi ketika
ditanya detail, tidak tahu. Ditanya hasilnya, tidak ada. Ditanya bagaimana
melakukannya wakaranai. Tapi mahasiswa ini tetap lebih baik daripada mahasiswa
A. Masih ada potensi untuk diperbaiki.

C. Jaga Image
Mahasiswa ini lebih parah daripada mahasiswa B. Ia tidak banyak bicara tapi
sayangnya suka (maaf) berb..h..g untuk menjaga reputasi. Saya pernah bertanya
tentang hasil untuk sebuah teknik relay. Dia mengatakan bahwa hasilnya sesuai
teori. Bisa ditunjukkan? Lalu jawabnya, 背ah tidak bisa karena ada di rumah・
Saya hanya bisa hm… (hasil riset kok bisa di rumah dan tidak dibawa ke lab).
Lalu saya tanya berapa dB? Sekitar 8dB, jawabnya. Hm…. (padahal menurut teori
harusnya 3.5dB). Saya belalu meninggalkan mejanya.

D. Open dan Rajin
Mahasiswa ini adalah idaman para professor. Open dan rajin adalah modal awal.
Cerdas atau pintar sebenarnya bukan yang utama, karena mahasiswa yang rajin
suatu saat dia bisa menjadi pintar. Rajin baca buku, rajin baca paper, rajin
melakukan penurunan rumus, dan rajin yang lainnya… Ia kemudian bisa
mengalahkan mahasiswa yang cerdas tapi malas baca paper.

Jadi teori menjadi mahasiswa adalah:
a. Open:

Keterbukaan diperlukan untuk menjalin komunikasi yang baik dengan
professor dan mahasiswa lain. Dengan keterbukaanya, professor bisa memberikan
saran untuk kemajuan risetnya. Kebuntuan dalam riset biasanya disebabkan karena
mahasiswa tidak terbuka.

b. Rajin:

Rajin adalah modal utama. Mahasiswa yang rajin suatu saat bisa menjadi
cerdas. Rajin mengalahkan kecerdasan. Mahasiswa seperti ini memiliki masa depan
cerah. Biasanya kalau projek kita diterima, mahasiswa yang open dan rajin yang
akan kita pilih duluan untuk mengerjakannya dengan gaji lumayan.

Jadi kesimpulannya, mahasiswa yang lucu tadi masuk kategori mana ya?

————-

*Khoirul Anwar
Asst. Prof. Information Theory and Signal Processing Lab.
Japan Advanced Institute of Science and Technology

 

diambil dari Catatan Ibu dari Jepang (母のノート)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s