Thanks for My Beloved Father :)

Ayah.. Gimana sosok ayah menurut kalian? Klo menurut ku ayah tu sosok yang selalu ada buatku kapan pun di mana pun dalam keadaan apa pun, suka dan duka. Ya aku bisa menilai sosok ayah seperti itu karena syukur alhamdulillah perlakuan ayahku ke aku seperti itu.

Waktu SD kalau lagi ada acara berenang pasti ayahku lah yang selalu menemaniku, membawakan baju berenangku dan ikut rombongan anak-anak SD. Kalau difikirkan memang lucu karena kita ke kolam renangnya naik mobil omprengan dan di dalam mobil yang paling tua adalah ayahku dan pak sopir. Ayahku ikut menemaniku sampai ke dalam kolam renang, memperhatikan aku ketika aku berenang bersama teman-temanku. Setelah selesai berenang kadangkala kami makan pop mie bersama.Waktu itu ibuku pernah cerita, ketika aku masih kecil ayahku membela belakan membeli sebuah boneka yang termasuk bagus pada zaman itu untukku, padahal saat itu ia tidak ada uang, katanya “Kasihan puput belum punya boneka” ya puput adalah panggilan kecilku dan biasanya tetanggaku juga memanggil dengan sebutan itu. Lalu ketika aku kecil aku juga pernah minta uang ke ayahku seperti ini “Ayah.. Minta uang donk 200” sambil menunjukkan dua jari ku mendekatkan ke arahnya.. Padahal saat itu ayahku lagi bokek istilahnya, ya karena saat itu zaman krisis moneter. Lalu ia juga pernah membantuku mencarikan mainan mobil tamia miniku yang hilang di jalan. Aku juga bingung aku membawanya untuk bermain di rumah  temanku dan ketika mau pulang aku juga menaruhnya di kantung celanaku, tapi kenapa ketika sampai di rumah hilang? Hah entahlah ke mana mobil itu. Lalu kita juga suka main bulutangkis bareng di depan rumah kadang-kadang main di lapangan. Aku juga suka main layang-layangan bersama ayahku di atas genteng rumah, di genteng kami sering lho banyak layangan tewang, lumayan juga buat ngadu layangan.. Haha

O’ya aku dan ayahku juga senang menangkap ikan apalagi kalau lagi banjir besar, wuuhh pasti kami dapat banyak. Suatu ketika secara tak sengaja aku mendapat ikan mujair di banjiran, ikan cupang juga pernah😀

Ketika aku akan meneruskan pendidikanku ke bangku SMA. Ayahku juga yang selalu menemaniku. Saat tes masuk SMA, aku dengan diiringi do’a dari ibuku berangkat bersama ayahku ke SMA itu. Ia menungguku hingga tes selesai. Lalu saat tes kedua, aku juga ditemani ayahku. Dan alhamdulillah aku lolos semua tesnya dan dinyatakan diterima di sekolah itu, ayahku senang sekali, ya karena SMA itu salah satu SMA favorit di daerahku. Saat menyiapkan barang-barang MOS ayahku juga ikut membantu, pokoknya dia yg mempunyai andil besar dalam persiapan MOS ku, apalagi untuk bikin tasnya, wahh paling hebat deh ayahku.

Dan di SMA itu juga yang membuatku merasa teramat bersyukur memiliki ayah seperti dia. Kawan.. Rumahku dengan SMA ku jaraknya lumayan jauh. Saat awal-awal masuk SMA aku sering kelupaan membawa barang, atau sebuah buku paket, mungkin ini karena ketika aku SMP aku juga sering kelupaan bawa barang-barang untuk sekolah dan karena letak SMP ku dekat dengan rumahku, jadi aku bisa pulang mengambilnya. Namun letak SMA ku kini kauh dengan rumahku. Dan ayahku selalu membawakan barang-barang tersebut ketika aku meneleponnya untuk membawakan barang tersebut. Bagiku ini suatu hal yang biasa dilakukan seorang ayah untuk anaknya sampai suatu ketika temanku ada yang kelupaan membawa buku catatannya dan ia menelepon ayahnya kemudian ayahnya membawakan buku tersebut ke sekolah, temanku berkata “Ihh, ayah gw baik donk, mau nganterin buku gw yg ketinggalan!” Kulihat wajahnya sangat gembira sekali dan tak hanya sekali saja dia ucapkan kalimat itu. Aku bingung, bukankan itu hal yang biasa? Kenapa ia begitu gembira sekali? Karena rasa penasaran ku tanya saja padanya. “Kok kayaknya seneng banget nih..hehe” lalu ia berkata “Iya.. Soalnya ayah gw tuh klo minta bawain barang yang gw minta pasti gk mau, tau deh kenapa, sibuk kali. Makanya gw seneng bgt sekarang soalnya ayah gw mau bawain buku catetan gw yang ketinggalan”

Ya tuhan.. Maaf kan hambamu yang baru menyadarinya. Ayahku selau ada ketika aku membutuhkannya, selalu datang membawakan barangku yang ketinggalan. Hal yang biasa namun tak semua ayah dapat melakukannya. Ia juga selalu mengantarku berangkat sekolah atau pulang sekolah ketika temanku tidak bisa berangkat bareng denganku. Pernah ketika ayahku menungguku satu jam lebih karena aku harus kumpul organisasi terlebih dahulu. Aku jadi kangen, kejadian ini baru-baru saja. Ayahku menemaniku untuk tinggal beberapa hari di daerah jakarta karena aku akan menghadapi ospek kurang lebih selama satu minggu. Aku dan ayahku sering keluar malam-malam jalan kaki menyusuri jakarta untuk mencari barang-barang ospek, karena rumahku lumayan jauh dari jakarta jadi untuk barang-barang sederhana seperti baju kemeja atau gunting sangatlah diperlukan disamping lupa membawanya karena cukup banyak juga barang yang harus dibawa selama kami menetap seminggu di daerah jakarta. Adem sekali suasana malam saat itu, jalan yang jauh pun terasa dekat karena kita jalan berdua, berbincangbincang dalam perjalanan. Beberapa hari kami lakukan hal itu. Jika kita sudah merasa capek dan barang yang kuperlukan belum lengkap, kami pun naik angkot..Ya moment moment yang jarang bisa di temukan.. Haha

Suatu malam sehabis buka puasa dan sholat isya, sholat taraweh kami langsung chau mencari, mencicil barang-barang ospek. Untuk mencari sedotan berwarna hijau susah sekali, warung-warung di dekat sana kami sambangi satu persatu, sampai suatu ketika ada ibu-ibu warung yang memberikan informasi kalau mau cari sedotan warna hijau, ada tuh di toko plastik tapi letaknya cukup jauh dari warung itu, aku pun agak desperate juga, tapi ayahku berkata “Ya udah, kita jalan aja, di sana masih ada warung, coba tanya di warung itu siapa tau ada”  Aku mengikuti nasihat ayahku itu, kami menyambangi warung-warung kembali, tetapi tetap tidak ada sedotan yang berwarna hijau. Dan tanpa kami sadar kami telah sampai di warung plastik yang dikatakan ibu-ibu warung sebelumnya. Benar ya, perjalan jauh pun tak terasa jika dilalui bersama🙂

Dengan banyaknya kebersamaanku bersama ayahku sampai-sampai ibuku berkata “Tuh, kekasihmu yang paling setia ya cuma ayahmu :)” Dalam hati ku berkata “Ya memang.. Hanya dia yang paling setia, selalu ada di saat aku membutuhkannya, tak pernah ingkar dengan apa yang ia katakan, bertanggung jawab dan selalu menepati janjinya, tak pernah sekali pun membuatku kecewa, ada di saatku terjatuh, merangkulku untuk bangun kembali, ikut tertawa di saatku senang, tidak pernah menuntutku apa-apa. Tak mampu ku menuliskan semua kebaikan ayah padaku karena terlalu banyak dan tak terhitung. Aku berharap kelak yang akan menjadi pendampingku nanti bisa memiliki sifat seperti ayah, walau takkan bisa menyamai persis seperti dia, karena tak ada seorang pun yang bisa menyamai kasih sayang kedua orang tua.

Kawan.. Bersyukurlah kalian memiliki ayah, seperti apapun mereka. Banyak cara mereka mengungkapkan rasa kasih sayangnya, mungkin mnurut kalian ayah kalian mempunyai kekurangan tapi di sisi lain ada kelebihan yang belum kalian lihat. Aku sempat berkeinginan memiliki ayah yang bekerja di kantoran, sedangkan ayahku hanya seorang wiraswasta, namun ada kelebihan yang kulihat darinya yaitu dia selalu ada waktu disaat aku membutuhkannya, sesuatu kelebihan yang tak dimiliki ayah-ayah lainnya. Nah teman, setiap orang, setiap ayah memang mempunyai kekurangan, namun di balik itu ia memiliki kelebihan yang tidak dimiliki ayah-ayah lainnya. Kita patut menyayangi ayah kita dengan sepenuh hati sebagaimana ia juga seperti itu terhadap kita. Ukirlah senyuman diwajahnya, goreskanlah kebahagiaan dihatinya, buatlah ia bangga terhadap kita, bangga menjadi seorang ayah. Untuk semuanya yang tak dapat diungkapkan satu persatu kuucapkan.. Terimakasih ayah.. Thanks for my beloved father.. Ayah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s